Labels

Tuesday, May 06, 2008

19 Ciri Disleksia

Inilah tanda-tanda orang dengan gangguan disleksia, seperti diungkapkan specialed.about.com. Lihat, tak ada yang salah pada mereka.
  1. Memiliki penampilan umum yang cerdas, atau sangat cerdas, atau pandai bicara. Tapi memiliki kesulitan untuk membaca, menulis, atau mengeja.
  2. Seringkali dicap sebagai anak yang malas, bodoh, ceroboh, tidak matang atau dianggap tidak cukup tangguh berusaha atau memiliki masalah perilaku.
  3. Tidak cukup terbelakang atau tidak cukup buruk hingga perlu mendapat pertolongan di sekolah.
  4. Memiliki IQ yang tinggi, meski secara akademis tidak meraih nilai yang tinggi. Jika tes dilakukan secara lisan maka hasilnya sangat baik, tapi tidak untuk tes atau ujian tertulis.
  5. Merasa diri sebagai orang yang bodoh, sering kurang percaya diri, sering menutupi kekuarangan diri dengan berbagai strategi, mudah frustasi dan emosional dalam menghadapi masalah atau ujian sekolah.
  6. Biasanya berbakat dalam hal seni, drama, musik, olah raga, mekanik, membaca cerita, penjualan, bisnis, desain, bangunan atau teknik.
  7. Sering kelihatan melamun atau suka mengkhayal, atau seringkali lupa waktu.
  8. Kesulitan menjaga perhatian pada satu hal.
  9. Biasanya lebih mudah belajar lewat pengalaman pribadi, demonstrasi, percobaan, observasi, dan dengan alat bantu belajar.
  10. Sering mengeluh pusing, sakit kepala atau sakit perut saat pelajaran membaca.
  11. Bingung membedakan huruf, angka, kata, rangkaian penjelasan atau verbal.
  12. Dalam menulis atau membaca sering mengulang-ulang, menambahkan, salah mengartikan, menghilangkan, mengganti atau membalik huruf, angka dan/atau kata.
  13. Sering mengeluh merasa melihat obyek bergerak, yang sesungguhnya tidak ada, saat membaca atau menulis.
  14. Kelihatan memiliki masalah dengan penglihatan, meski pemeriksaan kesehatan mata tidak menemukan masalah apapun.
  15. Secara ekstrim memiliki ketajaman penglihatan atau pengamatan, atau sebaliknya kurang tajam dalam hal menentukan persepsi atau penglihatan periferal.
  16. Membaca dengan sedikit pemahaman.
  17. Mengeja dengan fonetik dan tidak konsisten.
  18. Memiliki pendengaran yang tajam, mendengat hal-hal yang tidak jelas didengar orang lain. Dan mudah terganggu oleh suara.
  19. Kesulitan mengungkapkan pemikiran dengan kata-kata, bicara dengan terpatah-patah, sering bicara dengan kalimat yang tak jelas, gagap saat stres, salah mengucapkan kata-kata yang panjang, saat bicara mengubah urutan frasa atau kata.utami widowati

14 comments:

Mila said...

Salam kenal, Mbak Aigis.
Bisa datang ke Jakarta nonton filmnya Mas Rico gak? Di Blitz, tgl 20, jam? Kita tanyakan ke Mas Rico-nya langsung ya?
Best! Mila

Giz said...

Salam Kenal juga mbak mila. Tentu saya bisa mbak, saya juga sudah berencana mau nonton filmnya mas rico. Mbak kalo boleh saya minta no hpmbak(kalo boleh)biar kita gampang berkomunikasi.. kirimkan saja ke email saya, soalnya saya tidak tahu email mbak. o0o yah mbak saya tunggu perkembangan terbarunya yah.. Trims seblumnya

Giz said...

o0o iya saya lupa ini alamat email saya : aigis_cut@yahoo.com

qareta said...

anak saya 15 thn perempuan, dari kecil saya tau anak saya disleksia dan melakukan terpapi 6 tahun dengan hasil maxsimal.sekarang sudah sma kls 1, dari kecil kalo belajar saya selalu mendampingi.saya sekarang coba untuk tidak terlalu mendapingi full belajar ternyata hasilnya nilai jelek semua.pdhl apabila saya dampingi bisa dapat hasil maximal.saya tadinya ingin ajari untuk mandiri..saya binggung apakah saya salah memasukkan anak ke sma ? apakah harus masuk sekolah khusus? anak saya ketergantungan sama saya terlalu tinggi...apabila ada yang punya solusi ..sebelumnya saya ucapkan trims..

Giz said...

Salam Kenal mbak/Pak qareta sebenernya saya ini bukan psikolog atau ahli pedagogi,
Saya hanya anak yang memang mempunyai LD.
paling disini saya hanya dapat bercerita kepada sdr tentang pengalaman saya dahulu dan sekarang saya memang waktu sd masuk ke sekolah khusus tapi selepas itu saya masuk smp negri yang mana saya tidak pernah memberikan prestasi yang baik dan pada saat saya smk prestasi saya membaik dibandingkan dengan smp. sdr tau orang tua saya selalu memberikan dukungan penuh kepada saya dan mereka selalu menerima saya apa adanya. dan sampai detik ini(sampe kuliah) saya selalu diajar secara intensive olah ayah saya khususnya matematika ini yang membuat saya tenang dan nyaman. Karna saya memang merasa tidak sanggup bila harus menerima dari dosen saja tanpa ada yang membimbing saya. Saya yakin anak sdr sanggup lulus sma karna banyak teman saya sanggup lulus sma dan merekapun sekarang sudah kuliah.

Anonymous said...

mbak murid saya sangat sulit unyuk membaca....sulit memahami huruf-huruf...
tapi dia sangat pintar perkalian, dan hitungan yang tidak memerlukan membaca...
dia sekarang kelas 2 SD dan sudah tinggal kelas 2 tahun.
apakah ini jugza gejala dsleksia??
terima kasih y mbak mudah2an ini bisa membawa anak murid saya menjadi lebih baik....

satanic baphomet said...

pake breakdowns therapy aja buk,dimana ini adalah therapy dari suatu genre musik,yang dapat di dengarkan tiap hari agar hasil maximal.

Slamming therapy juga cocok,tapi disleksia lebih cocok kalo pake 'breakdowns teknik'.

Meili yue yin said...

kok mirip ama aku sih =w= cuma masa kok di usia 17 tahunku ini ku mengidap disleksia ini :(

Paulala said...

Mbak, aku minat untuk sharing nih,
aku baru tau masalah disleksia setelah ada gembor2 dedy corbuzer dan anaknya itu, trus aku cari tau tentang disleksia itu, eh ternyata ada beberapa dari ciri2 yang mbak sebut itu mirip sama keseharianku.

aku tidak kesulitan membaca, malah prestasiku justru bagus dari aku kecil sampai sma,
tapi pas aku tanya mama ku tentang waktu kecilku, beliau bilang aku sering menulis dengan huruf terbalik, misal d jadi b, a jadi apa dan dengan urutan yang terbalik-balik. tapi kata mama hal itu berlangsung sebentar, dan aku normal kembali.

nah setelah aku SMP dan SMA, aku memang paling suka sama pelajaran yang tidak banyak menghafalnya. kalopun harus menghafal aku wajib dan harus untuk memvisualisasikan apa yang aku hafalin, biar mudeng. kalau nggak ya hancur semuaaaaa nilaiku.Selama usia ini aku cenderung lebih suka matapelajaran yang lebih ke arah kalkulasi (jadi sedikit membacanya)

selama kuliah nih, memang aku josh banget kalau disuruh menghitung, kebetulan jurusan ku geofisika. tuntutan kuliah kan harus banyak baca referensi dan harus banyak nulis kan.. pas ini aku jadi sering frustasi, sering kali ga fokus, setiap kali aku baca agak lama, tulisannya jadi membayang, bergetar, trus aku pusing mual, aku cek mata, ga ada yang salah sama mataku. Setiap kali aku mengungkapkan sesuatu juga terbata-bata trus seringnya malah bikin orang lain pusing.

tapi prestasiku ga jelek, ga pernah didampingi orangtua pas belajar dari kelas 4 SD sampe kuliah dan lulus kuliah ini. (Kata temen) aku termasuk salah satu orang yang multitalent, nyanyi, teater, olahraga, main musik, smua nya bisa.

ini juga termasuk disleksia ya ?
aku masih bingung .. thx infonya

Giz said...

Salam kenal Mbak Meili Yue Yin dan Paulala. Setau saya disleksia memang tidak bisa disembuhkan, jadi sampe sekarang pun saya masih berjuang untuk menghadapi ini (party). Menurut saya wajar saja sampe usia dewasa kita masih mengalami kendala tersebut hingga kita dapat menemukan bagaimana cara mengatasinya. Sebaiknya untuk memastikan cobalah untuk cek ke psikolog apakah benar anda adalah seorang yang uniq ;))

Btw mbak Paulala trims ya sharingnya :D saya baru tau ternyata ada yang waktu kecilnya hanya sebentar mengalami kesulitan dalam menulis. Mungkin karena mbak jago untuk mengatasi hal tersebut. hihihi

Riski Karlina said...

salam kenal mba..kalau agak kesuliatan menangkap penjelasan kata2 dan susah untuk mengingat nama jalan apa termaksud disleksia?

Riski Karlina said...

salam kenal mba..kalau agak kesuliatan menangkap penjelasan kata2 dan susah untuk mengingat nama jalan apa termaksud disleksia?

latifaa_syahrani said...

salam kenal mba,
saya sangat suka membaca, apapun saya baca. tapi seringkali saya bingung dengan pengejaan yang saya baca. bahkan saya seringkali bingung dengan ejaan tulisan yang saya tulis sendiri. saya yakin ejaan yang saya tulis itu benar, tapi saya merasa ada yang aneh dengan tulisan saya, sehingga saya sering membuka KBBI untuk meyakinkan bahwa ejaan yang saya tulis itu memang tulisan yang benar. dan tetap saja ada hal yang aneh dalam pengejaan tersebut. pada saat itu saya merasa mungkin saya lah yang aneh?
pada saat SMA saya pernah tes IQ dan mengagetkan bahwa nilai IQ saya masuk dalam kategori superior bahkan guru SMA saya kaget akan hal tersebut karena saya dikenal dengan siswi pemalas, (saya malas bukan karna saya sering bolos, atau jarang mengerjakan tugas, tapi saya sering mengantuk dikelas) saya sangat sulit berkonsentrasi saat banyak orang, oleh karna itu saya sering mengerjakan tugas saat semua orang sudah tertidur ( saya waktu SMP dan SMA sekolah ber asrama). kelemahan saya dari kecil adalah mengingat nama. dulu waktu sd pernah ada tugas menghapal nama mentri saya memerlukan waktu 1 bulan untuk menghapal nama nama mentri tersebut. akan tetapi saya tidak kesulitan menghapal tabel periodik kimia, bahkan saat SMA saya mampu menghapal dalam waktu kurang dari 30menit. sekarang saya mahasiswi arsitektur, dan setiap kali saya bertemu teman lama saya, mereka selalu memberikan ekpresi wajah heran ga percaya. tapi saya melakukannya dengan baik. apakah ini bisa dibilang disleksia atau saya hanya seperti orang aneh lainnya? trimakasiih mba...

Erwin Dragneel said...

AAahh...Ternyata Benar...Diri ini Pengidap Penyakit Disleksia :"v Pantesan sering lupa dan Apalagi kalo lagi baca,kadang diulang2 :"